Scrift Film Pendek

 Judul: Merpati

Penulis: Muhammad Lutfi

Pemain: Zainal, Widya, Arifin

SCENE

SETTING

PEMAIN

KETERANGAN


1

Rumah Zainal

Zainal, Widya

Zainal sedang menulis sebuah puisi

Zainal: aku tuliskan tentang kegelisahanku. Aku tumpahkan perasaan tak tenang ini dalam sebuah kertas melalui pena di tanganku ini. Semoga kamu paham apa maksud dan mauku. Mungkin aku perlu menghubunginya sebentar.

Zainal menggubungi Widya melalui HP

Zainal: Halo, Widya. 

Widya: Halo, Zainal. Ada apa, Nal?

Zainal: kamu pernah melihat merpati membawa puisi?

Widya: Yang aku tahu merpati hanya membawa kacang dan bulunya yang indah itu.

Zainal: kamu akan melihat merpati baca puisi.

Widya: Ada-ada saja. Tukang mengkhayal.

Zainal menutup telepon.

Widya: Halo, Halo.., dasar baperan. 

Zainal mengirimkan sebuah tulisan yang dia tulis ke kantor pos.



2

Rumah Widya

Widya

Widya merasa terbayang keanehan ucapan Zainal.

Widya: tidak mungkin merpati bisa baca puisi.

Terdengar suara benda jatuh di depan rumah Widya. Widya keluar menengoknya.

Widya: Apa itu? Hah…, pot kesayanganku. Siapa yang memecahkan potku? Burung merpati siapa itu, bagus juga. Di kaki burung terlihat darah dan luka. Hmm, kasihan. Kurawat saja dia. Kulihat tidak ada yang punya. Ngomong-ngomong, Zainal seperti cenayang. Dia bisa tahu bahwa aku akan melihat bahkan mendapat merpati yang indah ini.


3

Rumah Widya

Widya, Zainal, Arifin

Pengantar pos mengetuk rumah Widya. 

Pengantar pos: Permisi.

Widya: iya.

Pengantar pos: ada surat untuk anda.

Widya: terimakasih.

Pengatar pos pergi. Tiba-tiba terlihat Arifin berjalan lewat depan rumah Widya. Arifin terhenti melihat burung merpati di sangkar di rumah Widya.

Arifin: widya, itu merpati milikmu?

Widya: iya, aku menemukannya kemarin di depan pintu, kakinya luka dan aku memeliharanya.

Arifin: pantas aku cari di sana-sini taka da. Ternyata dipelihara olehmu.

Widya: milikmu?

Arifin: lihat di kakinya ada sebuah cincin biru, itu milikku. Kemarin lepas dari sangkar. 

Arifin membawa pulang merpatinya. Widya membuka surat dari pos.

Widya: Ternyata yang dimaksud Zainal adalah surat merpati yang berisi puisi darinya, bukan merpati burung milik Arifin. Payah.


Komentar

Postingan Populer