Monolog Omah Omben

 wah, aku kok masih ngeluh rasanya. Mendengar kasak-kusuk di telingaku tentang orang-orang yang ingin menindas luka, semakin perih dan perih. Wah, ini batin diobok-obok. Ini badan disayat-sayat. Sebagai lelaki, dia tak bisa terus digerus. Dia bahkan ditantang dan disawer omongan tiap malam. Wah, kalau hidup begini terus, hidup bisa jadi perih. Nanti mengatakan kalau hidup lelaki menjadi wanita. Anak ada yang bertanya, mana bapak saya. Wah, ini kok hidup jadi begini. Benci dan peluh luka malah merusak kehidupan. Mana ada kehidupan yang lebih baik daripada mengakhiri permusuhan ini. Mana ada luka daripada luka ini. Wah karena satu dua orang saja, hidup langsung diteror. Fitnah tak berani dibongkar.




2022

Komentar

Postingan Populer