Monolog judul Bayangan

 Karya: Muhammad Lutfi


Di dalam pikiranku kini, tinggal dua buah bir nyanyi sambil mengalunkan melodi tentang sukma, buah, dan kenangan. Apa yang sanggup manungsa perbuat selain berharap, berharap, dan mengharap.

Sebuah bayangan berlari di belakangku.

Aku menemukan sebuah pemikiran. Bagaimana kalau kita cari bayangan itu, dan kita tiada mencari bayang kita sendiri. Di dalam hidup kita kan ada dua bayang. Hidup dan mati. Kalau dua bayang itu kita jadikan pentas sebagai pentas kemandirian kita dalam bersandiwara, tentu kita bisa memilih antara hidup dan mati.

Terlintas lagi bayangan di belakangku.

Aku melihat dua dadaku bergejolak bagaikan mata dan bibir. Mataku ini berdenyut seakan menemukan sebuah jawaban. Bahwa hidup harus dikemudikan. Ada lagi bibirku ini bergerak, ingin mencium kamu. Hahahaha



2022 

Komentar

Postingan Populer