Naskah Monolog Singkat
Perjamuan Togel
Karya: Muhammad Lutfi
Pada malam, tepat bulan purnama bersinar, digubuk yang samping penjual kopi, di situ biasa diadakan pertemuan buat mengasah keberuntungan. Biasanya sembari ngopi, suka acak-acak sambil ngitung duit. Aku bertanya pada seorang lelaki yang belum kukenal, "Kamu darimana? Kenapa sandal kamu penuh lumpur, lalu sarung kamu ruwet begitu." Dia menjawab pertanyaanku padanya, "Aku habis menyelesaikan pekerjaanku yang paling penting. Kamu tak bisa menyebabkan aku harus menjawab segala pertanyaan diriku yang paling kusembunyikan. Yang penting aku bawa uang untuk ditukar dengan yang lebih besar, kalau itu keberuntungan diriku malam ini." Aku melihat saku bajunya keluar uang warna biru, tapi tak terlalu besar, atau jangan jangan itu hanya pancaran lampu yang membiasakan mataku. Dia mulai mengambil peci dikepala, lalu dia tengadahkan peci itu, dia masukkan dua dadu ke peci, dia kocok, sambil membaca mantera tentang sesuatu, dia balik pecinya. Keluarkan lagi dua dadu dalam peci. Sebelum itu, aku menaruh uang sepuluh ribu di depanku. Aku bilang kalau angka yang keluar adalah 6 dan 2. Dia menyatakan kalau tebakanku salah. Aku tak percaya. "Pasti keluar angka yang aku maksud, 6 dan 2. Coba keluarkan", ucapku. Dia mengeluarkan dadu. Dia cemberut, aku mengerutkan dahi. "Wah, keluar pasti", ucapku. Dia mulai berbisik, "Kalau kau kalah, tidak terlalu rugi. Kalau kau untung, kau bisa menang banyak. Aku bisa rugi kalau gitu, ini aku buka peciku. Hiahahahaha", dia tertawa seperti menghinaku. Sambil menaiki kursi aku bilang ke dia, Judi, dasar ini judi, kau tipu aku mentah-mentah.
2022
Komentar
Posting Komentar